Batam, BR – Polisi mengungkap dugaan penyebab seorang perempuan berinisial TS (24) terjatuh dari rooftop lantai empat Massage & Spa Edelweis, Ruko Nagoya Paradise Centre, Kecamatan Lubuk Baja, Batam.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, TS diduga mengalami depresi yang berkaitan dengan persoalan keluarga di kampung halamannya.
Kapolsek Lubuk Baja, AKP Cindo Kattama, mengatakan dugaan tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan dan keterangan yang telah dihimpun polisi.
” Pure karena depresi, sehingga korban melompat dari rooftop lantai empat. Korban depresi karena masalah keluarga di kampung halamannya,” ujar Cindo, Kamis (8/10).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah persoalan tersebut berkaitan dengan masalah utang – piutang. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap latar belakang kejadian.
” Kita belum dapat memastikan karena masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Dari keterangan teman sekamar korban, polisi juga memperoleh informasi bahwa TS terlihat mengalami perubahan perilaku dalam sekitar dua pekan terakhir.
” Baru sore itu korban naik ke atas rooftop dan terjun,” ungkap Cindo.
Akibat kejadian tersebut, TS mengalami sejumlah luka, di antaranya pada bagian belakang kepala, gigi mengalami kerusakan, serta sejumlah bagian kaki mengalami patah dan tulang lutut retak.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi menyebut kondisi korban kini mulai membaik.
” Untuk kondisinya, korban mulai membaik,” kata Cindo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore (4/10) sekitar pukul 17.30 WIB. TS diketahui terjatuh dari lantai empat Massage & Spa Edelweis, yang berada di Ruko Nagoya Paradise Centre, Blok P7, Kecamatan Lubuk Baja.
Setelah ditemukan, korban langsung mendapat pertolongan dan dibawa ke rumah sakit. Meski mengalami sejumlah luka serius, korban dilaporkan selamat.
TS diketahui merupakan pekerja di Massage & Spa Edelweis dan telah bekerja di tempat tersebut sekitar dua bulan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan, secara utuh latar belakang dan kronologi kejadian tersebut. (78).
Red.












