Doa Bersama Jurnalis Batam Untuk Lima Wartawan Dan Tiga Kru Kapal Yang Masih Dicari

Batam, BR – Suasana haru menyelimuti  Taman Aspirasi, sekitaran kawasan Alun – Alun Batam. Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi berkumpul dalam satu doa. Minggu (13/9) malam.

Mereka mendoakan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini, masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi gunung Anak Krakatau.

Kegiatan yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri tersebut, diikuti sejumlah organisasi pers, di antaranya PWI Kepri, AJI Batam, IWO Kepri dan IWO Batam, serta organisasi wartawan lainnya.

Tak ada sekat organisasi malam itu. Para jurnalis duduk bersama, menundukkan kepala dan memanjatkan doa agar rekan -rekan mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat.

BACA JUGA:  BREAKING NEWS : Nufus Hung - Genggam Tanganmu | Official Music Video Viral di YouTube

Ketua AJI Batam, Yogi Eka Sahputra, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk solidaritas, sekaligus ikhtiar moral insan pers di Batam terhadap rekan – rekan yang sedang menghadapi musibah.

” Kita berkumpul untuk mendoakan rekan -rekan kita. Sampai saat ini memang belum ada kepastian mengenai keberadaan mereka. Kita berharap ada petunjuk dan kabar baik,” kata Yogi.

Menurutnya, informasi mengenai temuan pelampung yang beredar belum dapat memastikan keberadaan, maupun kondisi para jurnalis dan kru kapal tersebut. Karena itu, proses pencarian masih menjadi harapan utama.

Yogi menegaskan, mereka yang hilang kontak sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan masyarakat.

” Teman – teman kita sedang bekerja, sedang meliput untuk kepentingan publik. Musibah kemudian terjadi dan sampai sekarang mereka belum kembali ke rumah. Harapan kita tentu mereka segera ditemukan dan pulang dengan selamat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Subuh Keliling Di Masjid Agung Baitul Makmur, Polsek Siantan Perkuat Silaturahmi Dengan Masyarakat

Ia meminta pemerintah dan seluruh unsur terkait, tidak mengendurkan upaya pencarian hingga keberadaan seluruh korban diketahui.

” Jangan berhenti sebelum teman – teman kita ditemukan. Ini juga menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik memiliki risiko yang besar,” tegasnya.

Yogi mengatakan lagi, jurnalis memang kerap berada di lokasi yang memiliki risiko tinggi. Saat bencana, konflik atau kondisi darurat terjadi, para pewarta justru mendekat untuk mendapatkan informasi dan menyampaikannya kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, keselamatan tetap menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

” Ketika terjadi bencana atau konflik, masyarakat biasanya menjauh, sementara jurnalis justru mendekat untuk mengabarkan apa yang terjadi. Tetapi tidak ada satu pun berita yang sebanding dengan harga sebuah nyawa,” imbuh Yogi.

BACA JUGA:  Laundry Kiloan Tawarkan Promo Cuci 20 Kg Gratis 3 Kg, Antar Jemput Tanpa Biaya

Doa bersama itu pun menjadi pesan kuat bahwa pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut, bukan hanya menjadi perhatian keluarga, tetapi juga menjadi perhatian dan keprihatinan insan pers.

Dari Batam, para jurnalis menitipkan harapan agar seluruh korban segera ditemukan, sehingga keluarga yang kini masih menunggu dalam ketidakpastian mendapat kabar dan kepastian.

Semoga mereka ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.   (78). 

 

Red.