HP Masih Bisa Menyala, Misteri Kerangka Sei Ladi Akhirnya Terkuak

Batam, BR – Misteri penemuan tengkorak dan kerangka manusia di kawasan Hutan Sei Ladi, Batam, perlahan terkuak. Sebuah telepon genggam yang ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik, justru menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk mengungkap identitas korban.

Polsek Batam Kota memastikan kerangka tersebut merupakan Wendri Saputra (52), warga Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam.

Petunjuk itu bermula dari sebuah telepon genggam yang ditemukan tak jauh dari lokasi kerangka. Meski baterainya telah habis, perangkat tersebut ternyata masih dalam kondisi baik.

Kapolsek Batam Kota AKP Beny Syahrizal mengatakan, polisi kemudian mengisi daya telepon tersebut hingga kembali menyala.

” HP-nya tidak rusak, hanya habis baterai. Setelah kita lakukan pengecasan, HP-nya hidup,” ujar Beny, Minggu (23/8).

BACA JUGA:  Laundry Kiloan Tawarkan Promo Cuci 20 Kg Gratis 3 Kg, Antar Jemput Tanpa Biaya

Dari telepon genggam itu, polisi menemukan komunikasi terakhir korban dengan seorang rekannya. Informasi tersebut kemudian dikembangkan.

Polisi mendatangi sejumlah orang yang sebelumnya diketahui tinggal bersama Wendri, untuk memastikan identitas pemilik telepon dan mencocokkannya dengan barang – barang yang ditemukan di lokasi.

Hasilnya mengarah pada satu nama : Wendri Saputra. Polisi juga menemukan KTP di sekitar lokasi penemuan.

Identifikasi semakin diperkuat setelah sejumlah rekan korban mengenali pakaian, sandal hingga bentuk gigi yang masih dapat diamati pada kerangka.

” Dari giginya juga dikenali, bentuk giginya. Kemudian sandal dan bajunya juga dikenali oleh teman – temannya,” kata Beny.

Pergi Sejak Juli, Dikira Mencari Kerja

Keterangan para saksi mengungkap Wendri selama kurang lebih dua tahun terakhir, tinggal bersama sejumlah rekannya di sebuah kebun di belakang kawasan Casablanca.

BACA JUGA:  Subuh Keliling Di Masjid Agung Baitul Makmur, Polsek Siantan Perkuat Silaturahmi Dengan Masyarakat

Namun, sejak Juli 2026, Wendri diketahui meninggalkan tempat tersebut. Kepergiannya ternyata tidak langsung menimbulkan kecurigaan.

Rekan – rekannya mengira Wendri pergi untuk bekerja di tempat lain. Mereka baru mengetahui kabar sebenarnya setelah polisi menemukan kerangka manusia di kawasan Hutan Sei Ladi.

” Terakhir bulan Juli kemarin dia sudah keluar dari tempat tinggalnya. Kami pikir dia kerja di tempat lain. Ternyata dia meninggal,” ungkap Beny.

Polisi sementara memperkirakan korban telah meninggal sekitar satu bulan sebelum ditemukan. Berdasarkan keterangan rekan -rekannya, Wendri diketahui memiliki riwayat sakit TBC dan sebelumnya mengalami pembengkakan pada tubuh.

Meski demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan saksi. Polisi tetap perlu memastikan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.   (78). 

 

BACA JUGA:  Antrean Bio Solar Mengular di Batam, Pertamina Sebut Pasokan dari Depot Normal

Red.