Seragam Boleh Gagah, Jabatan Boleh Tinggi, Tapi Dihadapan Ibu Kita Tetap Seorang Anak

Anambas, BR – Ada satu hal yang tidak pernah mengenal pangkat, jabatan maupun kekuasaan yaitu doa seorang ibu.

Di balik seorang polisi yang berdiri tegap mengenakan seragam, ada sosok perempuan yang mungkin setiap hari diam – diam menyebut namanya dalam doa.

Ia tidak meminta anaknya menjadi orang paling kaya. Tidak pula meminta anaknya memiliki jabatan paling tinggi. Seorang ibu hanya ingin satu hal sederhana yakni  anaknya selamat.

Pesan menyentuh itu disampaikan Kapolsek Siantan Polres Kepulauan Anambas, Iptu Dodi Setiawan, S.H., M.H., saat memberikan arahan kepada personelnya. Senin (7/9) pagi.

Di tengah rutinitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Iptu Dodi mengajak seluruh personel berhenti sejenak untuk mengingat orang yang sering kali justru terlupakan, ketika kesibukan datang bertubi -tubi dan dia adalah ayah dan ibu.

Sebab, sebelum seorang anak mengenal arti pengabdian kepada negara, ia lebih dahulu mengenal pengorbanan orang tuanya. Sebelum seorang anak mampu berdiri tegak dengan seragam kebanggaan, ada orang tua yang mungkin pernah berdiri, dalam setiap kesulitan demi memastikan anaknya tetap bisa melangkah.

Dan sebelum seorang anak mendapatkan penghormatan dari banyak orang, ada ibu yang tidak pernah bosan mendoakannya meski tidak pernah meminta namanya disebut.

Itulah mengapa doa ibu sering disebut mampu menembus langit. Bukan karena rangkaian katanya. Tetapi karena di balik doa itu ada cinta, air mata, pengorbanan dan ketulusan yang tidak pernah dihitung.

BACA JUGA:  Subuh Keliling Di Masjid Agung Baitul Makmur, Polsek Siantan Perkuat Silaturahmi Dengan Masyarakat

Iptu Dodi mengingatkan personelnya agar jangan sampai, kesibukan menjalankan tugas membuat mereka lupa pulang. Jangan sampai tangan begitu sigap melindungi masyarakat, tetapi justru lupa menggenggam tangan ibu sendiri.

Jangan sampai mampu mendengar keluhan masyarakat setiap hari, tetapi tidak lagi punya waktu mendengar cerita ayah dan ibu. Dan jangan sampai ketika semuanya telah berhasil diraih, pangkat bertambah, jabatan meningkat, kehidupan membaik, justru orang yang paling berjasa sudah tidak lagi berada di sisi kita.

Sebab kehilangan orang tua adalah kehilangan yang tidak memiliki tombol ” Ulang “,

Ketika ibu masih ada, mungkin kita merasa telepon bisa dilakukan kapan saja. Pulang bisa ditunda. Berkunjung bisa nanti. Mengatakan terima kasih bisa kapan – kapan.

Tetapi hidup tidak pernah menjanjikan kata ” Nanti “.  Suatu hari, telepon yang biasa kita lakukan mungkin tidak lagi diangkat. Kursi tempat ibu duduk mungkin kosong. Suara yang dahulu memanggil nama kita mungkin hanya tersisa dalam ingatan.

Dan pada saat itulah, uang sebanyak apa pun tidak akan mampu membeli kembali satu menit untuk mendengar suara ibu.

Karena itu, pesan Iptu Dodi bukan sekadar arahan kepada personel. Ini adalah tamparan lembut bagi siapa pun yang masih memiliki orang tua. Pulanglah sebelum terlambat.

BACA JUGA:  BREAKING NEWS : Nufus Hung - Genggam Tanganmu | Official Music Video Viral di YouTube

Teleponlah sebelum kesempatan itu hilang. Tanyakan kabarnya. Dengarkan ceritanya. Bantu kebutuhannya. Jangan membentak. Jangan menyakiti hatinya. Dan jangan pernah merasa malu untuk mengatakan bahwa kita mencintai mereka.

Sebab boleh jadi, di tengah dunia yang begitu sibuk menilai keberhasilan kita, ada satu orang yang tidak pernah peduli seberapa tinggi jabatan kita. Bagi ibu, kita tetap anaknya.

Iptu Dodi juga mengingatkan bahwa pangkat dan jabatan, bukan alasan untuk menyombongkan diri. Sebab semua yang kita miliki hari ini tidak lahir begitu saja.

Ada tangan yang pernah menyuapi. Ada kaki yang pernah menggendong. Ada mata yang pernah terjaga sepanjang malam. Ada orang tua yang mungkin diam – diam menangis ketika anaknya menghadapi kesulitan.

Mereka tidak pernah meminta balasan besar. Mereka hanya berharap anaknya menjadi manusia yang baik. Karena itu, menjadi polisi yang baik bukan hanya tentang tegas ketika menjalankan tugas.

Tetapi juga tentang memiliki hati yang tahu berterima kasih. Tegas kepada pelanggar hukum, tetapi tetap lembut kepada orang tua. Berani menghadapi ancaman di lapangan, tetapi jangan pernah berani menyakiti hati ibu.

Bangga dengan seragam, tetapi tetap rendah hati di hadapan orang tua. Itulah pesan kemanusiaan yang ingin ditanamkan Kapolsek Siantan kepada personelnya.

BACA JUGA:  Antrean Bio Solar Mengular di Batam, Pertamina Sebut Pasokan dari Depot Normal

Sebab pada akhirnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari seberapa tinggi ia berdiri di hadapan manusia. Tetapi juga dari seberapa besar kebahagiaan yang mampu ia berikan kepada orang yang telah membesarkannya.

Bagi yang masih memiliki ibu dan ayah, jangan tunggu kehilangan untuk belajar menghargai. Dan bagi yang telah kehilangan, jangan berhenti mengirimkan doa.

Karena ketika dunia sudah tidak lagi bisa mempertemukan kita dengan mereka, doa adalah salah satu bentuk cinta yang masih bisa kita kirimkan.

Seragam akan dilepas ketika tugas selesai. Pangkat bisa berubah. Jabatan bisa berakhir. Tetapi seorang anak akan tetap menjadi anak di hadapan orang tuanya.

Maka selagi ibu masih ada, pulanglah. Selagi ayah masih ada, peluklah. Selagi suara mereka masih bisa didengar, dengarkanlah. Dan selagi tangan mereka masih bisa kita genggam, jangan lepaskan.

Sebab bisa jadi, doa yang selama ini membuat kita kuat berdiri, adalah doa seorang ibu yang setiap malam diam – diam menyebut nama kita di hadapan Tuhan.

Iptu Dodi Setiawan, S.H., M.H. mengajak seluruh personel Polsek Siantan menjadikan doa dan keberkahan orang tua, sebagai kekuatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.    (78). 

Red.