Tujuh Siswa MAN 2 Batam Bawa Pulang Tiga Penghargaan dari Ajang Internasional di Malaysia

Kuala Lumpur, BR – Tujuh siswa MAN 2 Kota Batam berhasil membawa nama madrasah ke panggung internasional. Mereka sukses meraih tiga penghargaan dalam ajang Essay Competition 3rd International Student Summit (ISS) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11–12 September 2026.

Prestasi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi MAN 2 Kota Batam. Bukan hanya tampil sebagai peserta, delegasi madrasah ini mampu membawa pulang Silver Medal, Bronze Medal, serta Bronze Medal sekaligus Favorite Poster.

Tujuh siswa yang menjadi bagian dari delegasi tersebut yakni Muhammad Ihsan dan Annisa Dona dari kelas 12.B; Ishaira Kinanti kelas 12.B; Mudrikatun Nisa kelas 12.A; Aisha Jannatul Xaviera kelas 12.A; Anisya Mutiara Hafidzah kelas 12.B; serta Manda Jusika Putri kelas 12.A.

BACA JUGA:  Antrean Bio Solar Mengular di Batam, Pertamina Sebut Pasokan dari Depot Normal

Kepala MAN 2 Kota Batam, Eka Nopriyandri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para siswa. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk berkompetisi di tingkat global.

” Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga. Prestasi ini menunjukkan siswa MAN 2 Kota Batam mampu bersaing, memiliki pemikiran kritis dan percaya diri di tingkat internasional,” kata Eka.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang turut mendampingi siswa, selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.

Perjalanan menuju podium penghargaan tersebut tidak datang secara instan. Para siswa harus melewati tahapan riset, menyusun gagasan dalam bentuk esai, membuat poster ilmiah hingga mempresentasikan hasil pemikiran mereka, di hadapan juri internasional.

BACA JUGA:  Breaking News : Blackout Batam Berangsur Pulih, Kini Tersisa Satu Penyulang Di Kawasan Piayu

Kemampuan menyampaikan gagasan, kekuatan materi, serta penyajian poster menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut, ” ujarnya.

Bagi MAN 2 Kota Batam, capaian di Kuala Lumpur ini bukan sekadar soal medali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ruang bagi siswa madrasah untuk bersaing di level internasional terbuka lebar ketika kemampuan, keberanian dan pembinaan berjalan beriringan.

Capaian ini sekaligus diharapkan menjadi pemantik bagi siswa lainnya agar tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga berani membawa karya dan gagasan mereka ke tingkat yang lebih luas.   (78). 

 

Red.