Driver Ojol Diduga Jadi Korban Begal di Sekupang, KOMANDO: Keselamatan Pengemudi Harga Mati

Batam, BR – Dugaan aksi pembegalan yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Tanjungpinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, memicu keprihatinan dari komunitas driver online.

Peristiwa yang mengakibatkan korban mengalami luka itu, dinilai menjadi alarm keras bahwa ancaman kejahatan terhadap pengemudi masih nyata terjadi di jalanan.

Ketua Umum KOMANDO (Komunitas Andalan Driver Online), Feryandi Tarigan, S.H., menyampaikan, duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa rekan sesama driver.

Menurutnya, para pengemudi online setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah untuk keluarga.

” Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Driver online bekerja siang dan malam untuk melayani masyarakat. Mereka seharusnya dapat bekerja dengan rasa aman, bukan justru menjadi sasaran tindak kriminal,” ujar Feryandi dalam pernyataan resminya, Kamis (6/8).

Ia menegaskan, insiden tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah, perusahaan aplikasi, hingga masyarakat. Keamanan pengemudi online tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.

KOMANDO juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, yang bergerak cepat memberikan pertolongan kepada korban, sekaligus melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Organisasi itu berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

” Kami percaya kepolisian akan bekerja secara profesional dan transparan. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal, agar memberikan efek jera serta tidak ada lagi korban berikutnya,” tegasnya.

Selain mendorong penegakan hukum, KOMANDO mengingatkan seluruh driver online di Batam, untuk meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan aktivitas.

Pengemudi diminta lebih berhati – hati menerima pesanan, terutama menuju lokasi yang sepi atau rawan kriminalitas pada malam hingga dini hari.

Driver juga diimbau segera menghubungi kepolisian maupun sesama rekan driver, apabila menemukan situasi yang mencurigakan atau berada dalam kondisi darurat.

Solidaritas antar pengemudi dinilai menjadi salah satu benteng penting, untuk mencegah jatuhnya korban.

Feryandi menambahkan, KOMANDO siap memberikan pendampingan moral kepada korban, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak apabila diperlukan, guna memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh pengemudi online di Batam.

” Kami ingin menegaskan bahwa satu driver disakiti, seluruh keluarga besar driver ikut merasakan. Keselamatan pengemudi adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penanganan kasus dugaan pembegalan tersebut, masih berlangsung dan aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan, untuk mengungkap identitas serta menangkap pelaku.

Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi dan memberikan ruang bagi proses hukum yang sedang berjalan.   (78). 

 

Red. 

Exit mobile version