Batam, BR – Partai Golkar Kota Batam mulai memanaskan mesin politiknya untuk menghadapi Pemilu 2029. Lewat agenda Musyawarah Daerah (Musda), partai berlambang pohon beringin ini mengusung misi utama memperkuat konsolidasi internal sekaligus merebut kembali dua kursi DPRD Kota Batam yang sempat hilang.
Fokus penambahan kursi tersebut diproyeksikan menyasar Daerah Pemilihan (Dapil) 5 dan Dapil 6. Target ini dinilai menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) terbesar, kepengurusan baru Golkar Batam menuju kontestasi politik mendatang.
Dalam arahannya, Ketua DPD Golkar Kepri, Ade Angga menegaskan bahwa Musda Golkar Batam tetap mengedepankan tradisi musyawarah mufakat.
” Berkaca dari empat pelaksanaan sebelumnya, proses pergantian kepemimpinan internal Golkar kerap berlangsung, secara aklamasi tanpa diwarnai mekanisme pemungutan suara, ” kata Ade Angga.
Kunci di Konsolidasi Akar Rumput
Untuk mengejar target dua kursi tambahan tersebut, Golkar Batam mematok tenggat waktu ketat dalam merapikan struktur organisasi di tingkat bawah :
– Musyawarah Kecamatan (Muscam) : Ditargetkan rampung paling lambat 30 Oktober 2026.
– Musyawarah Kelurahan (Muskel) : Ditargetkan tuntas paling lambat 30 Desember 2026.
Menurut Ade Angga, Pembenahan struktur hingga tingkat ranting ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru, sekaligus memastikan mesin partai bekerja solid di tengah masyarakat.
Siapkan ” Caleg Bayangan ” Lebih Awal
Tak hanya merapikan kepengurusan, strategi politik jangka panjang juga langsung digulirkan. Pada awal 2027, Golkar Batam berencana merancang skema caleg bayangan di tiap – tiap dapil.
Langkah ini diambil agar para fungsionaris dan calon legislatif potensial, tidak bergerak mendadak menjelang hari pemungutan suara, melainkan sudah mulai membangun basis dukungan dan turun ke masyarakat sejak jauh hari.
Meski gelaran Pemilu 2029 masih beberapa tahun mendatang, langkah awal yang diambil Golkar Batam menunjukkan, bahwa persaingan politik di Kota Batam sudah mulai ditabuh dari sekarang. (78).
Red.
