Pencurian Meteran Air Terjadi Didua Lokasi Pertokoan Nagoya – Lubuk Baja
Batam, BR – Aksi pencurian meteran air kembali meresahkan masyarakat Kota Batam. Sejumlah warga mengaku kehilangan meteran air di rumah mereka, sehingga mengganggu pelayanan air bersih dan menimbulkan kerugian.
Peristiwa pencurian meteran air bukanlah hal baru di Batam. Sebelumnya, pihak Air Batam Hilir (ABH) juga pernah mengumumkan adanya pencurian puluhan unit meter air dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baru – baru ini, tepatnya Minggu (27/7) sekira pukul 01.01 Wib pagi terdapat kamera CCTV di sekitar Komp Paradise Blok B no.8, 9, 10 tepatnya Kedai Kopi Aseng dan Resto Xiang Fu Ji, telah terekam wajah seorang laki – laki dewasa yang di duga akan melakukan pencurian meteran air di lokasi komplek ruko tersebut.
Informasi adanya rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah laki – laki dewasa itu, di dapatkan batamreport.co.id dari Alfret Amung selaku Ketua RT 01/RW 08, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja.
” Kalau dilihat dari rekaman CCTV nya, laki – laki dewasa itu sudah duduk dari pukul 01:01 Wib, namun kuat juga dugaan aksi pencurian meteran itu dilakukan sekitar pukul 02.30 Wib pagi, ” kata Alfret.
Tidak hanya itu, lanjut Alfret, selain di Komplek Paradise itu, tempatnya pun Blok P No 2 juga telah hilang meteran airnya. Untuk itu Alfret yang merupakan RT di wilayah tempat terjadinya pencurian meteran air itu, berharap rekaman CCTV itu dapat menjadi petunjuk bagi aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian untuk dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut.
” Hingga saat ini, identitas maupun status laki – laki dewasa yang terekam yang diduga melakukan pencurian meteran air, belum dapat dipastikan dan masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan Polisi nantinya, ” ujarnya.
Meteran Air yang diduga dicuri itu, diketahui pemilik ruko setelah mengecek meteran air, yang ternyata telah hilang.
” Pemilik ruko mau hidupkan air, tapi tidak jalan, dikira mati air, lalu bergegas mengecek metetan air, tapi setelah dilihat meteran air itu sudah tidak ada ditempatnya, ” bebernya.
Selaku masyarakat dan juga Ketua RT, Alfret Amung berharap Polresta Barelang dan jajaran nya, dapat segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap yang diduga pelaku apabila terbukti bersalah, serta memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terus berulang.
” Pemilik Ruko akan segera membuat laporan pencurian meteran air tersebut ke polisi dengan membawa rekaman CCTV-nya sebagai barang bukti, ” imbuhnya.
Alfret juga menghimbau kepada Wlwarga juga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memasang penerangan yang memadai, mengaktifkan CCTV apabila tersedia, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian maupun pengelola air.
” Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum, diharapkan kasus pencurian meteran air di Kota Batam, dapat segera diungkap sehingga keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga, ” pungkasnya. (78).
Red.
