Bareskrim Gerebek HH Club Batam, Pengawasan THM Dipertanyakan

Batam, BR – Penggerebekan HH Club di Kota Batam oleh tim Bareskrim Polri, terkait dugaan peredaran narkoba menjadi perhatian serius.

Turunnya tim dari Mabes Polri ke salah satu tempat hiburan malam (THM) di Batam tersebut, juga memunculkan pertanyaan mengenai pola pengawasan di daerah.

Ketua Karang Taruna, Kel Lubuk Baja Kota, Alfret Amung, mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu – buru menyimpulkan bahwa aparat daerah kecolongan.

Menurutnya, bisa saja penggerebekan HH Club merupakan bagian dari operasi khusus Bareskrim Polri yang dilakukan secara tertutup.

” Kita tidak boleh langsung mengatakan Polda Kepri kecolongan. Bisa saja ini operasi khusus Mabes Polri. Tetapi tentu penggerebekan HH Club ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama soal pengawasan THM di Batam,” ujar Alfret yang juga Wakil Ketua (Waketum) Pemuda Nusantara Batam City. Selasa (11/8) siang.

BACA JUGA:  Bareskrim Gerebek HH Club Batam, 32 Orang Diamankan, Garis Polisi Masih Terpasang

Ia menilai, pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang rawan, menjadi lokasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba harus dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika ada operasi besar dari Mabes Polri.

” Jangan sampai THM baru diperiksa ketika Mabes Polri turun. Pengawasan harus berjalan terus dan jangan hanya bersifat insidentil,” tegasnya.

Alfret juga meminta apabila dalam proses penyelidikan nantinya, ditemukan bukti adanya jaringan peredaran narkoba di HH Club, aparat tidak berhenti pada pengguna.

” Kalau memang terbukti ada peredaran narkoba, yang harus dikejar bukan hanya pengguna. Bandar, pengedar, pemasok, dan siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum,” katanya.

Menurut Alfret, penggerebekan HH Club seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat, koordinasi antara Bareskrim Polri, Polda Kepri, Polresta Barelang, pemerintah daerah serta masyarakat.

BACA JUGA:  Jum'at Berkah Grand Dragon Batam, Konsisten Berbagi Sembako Untuk Panti dan Janda Lansia

” Masyarakat berhak tahu, apakah ini murni operasi khusus Mabes Polri atau ada persoalan dalam pengawasan di daerah. Kita tunggu penjelasan resmi dari aparat terkait,” ujarnya.

Ia berharap langkah Bareskrim tersebut menjadi peringatan serius, agar seluruh tempat hiburan malam di Batam tidak menjadi ruang bagi peredaran narkoba.

” Batam jangan sampai dicap sebagai kota yang mudah dimasuki jaringan narkoba. Kita ingin Batam menjadi kota yang tegas, terhadap narkoba dan aman bagi masyarakat,” pungkas Alfret Amung.   (78). 

 

Red.